Bab 52

1504 Kata

Generasi boomer memang sering menganggap sepele pada anak muda. Ketika yang muda tiada pengalaman, anak muda tiada punya komitmen. Padahal dari yang muda juga bisa didapat pelajaran berharga.  Gue merasa sia-sia menjalani hidup. Tapi gue masih punya harapan. Ada orang di luar sana yang mau ngebantuin gue. Bahkan mereka meluangkan waktunya untuk datang kesini. Dan kini, gue harus bertemu lagi sama dia, Jeffrey Helmaro Paris. Cowok yang dulu sahabat gue kini jadi calon suami gue. Dia berada di kamar gue. Mereka bilang, kami perlu pendekate alias pendekatan. Gue sibuk nontonin sesuatu di layar televisi.  “Bagus juga pemandangan dari sini.”ucapnya sambil terus melihat ke arah bukit yang terpampang nyata dari jendela kamar gue. Pemandangan itu gak indah sama sekali. Gue gak mau menjawab, gue

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN