Coldman berdehem keras dengan raut wajah marah. Sudah dua minggu Jeffrey minggat dari rumah. Jelas Coldman tidak terima. Bagaimana bisa cucunya itu bertahan tanpa asupan uang dari dia. Dia tak habis pikir. Rencananya untuk menyekolahkan Jeffrey di luar negeri gagal total. Sesungguhnya, ini adalah pelampiasan atas perbuatan Josen. Sudah lama Coldman ingin cucunya sekolah di luar negeri. Tapi Josen ingin sekolah di Kampus CI. Satu-satunya harapan cuma Jeffey. Walau cowok itu dulunya udah lulus S1, tapi belajar bisnis di luar negeri tentu memberikan pandangan berbeda. “Semua orang disini menyusahkan saya.”ucapnya tegas di depan putri dan para menantunya. Mereka pasrah saja dan mendengarkan semua unek-unek Coldman. Sebagai penguasa, Coldman berperan dominan di segala aspek. Semua hal tentan

