Akhir-akhir ini Shara banyak merenung. Tinggal satu hari lagi, dia dan tiga serangkai akan masuk ke Kantor Paris secara ilegal. Mereka bisa saja dipenjara kalau ketahuan. Pikiran negatif datang begitu saja. Skenario terburuk mulai terancang di otak Shara. Beginilah rasanya berbuat kriminal. Tentu rasanya menantang, tapi mengingat resiko yang mungkin diterima membuat Shara ngeri. Telepon dari David membuatnya berhenti merenung. Jendela kamarnya yang terbuka lebar membiarkan angin masuk. Dengan ogah-ogahan dia mengangkat telepon itu. “Hallo kak,” “Shara, lo baik-baik aja?” “Of course. Kenapa emang?” “Lo gak ketemu orang aneh di kampus?” “Kagak anjir. Kalau ada orang aneh, ya elo orangnya.” “Gue serius Sha!!” “Gue juga. Nothing happens!” “Lo lihat berita akhir-akhir ini? Berita besar

