Shara mengendap-endap seperti maling di pagi hari. Dia gak mau ketemu Ririn. Ririn pasti marah besar setelah kejadian kemarin. Shara cuma menitip surat dan piring tempat kue di depan pintu kamar Ririn. Dengan mata panda, rambut acak-acakan dan wajah kusam, Shara berhasil keluar dari gerbang kosan. Ia mendesah kesal karena semalaman tak bisa tidur. Semua karena Igor. Ia melangkah menjauhi gerbang kosan, tapi seseorang muncul dihadapannya. Josen. “Shara!!”sapanya sambil melambaikan tangan. “Eh, elo ngapain disini?” “Mau nemenin lo ke kampus bareng.” “Kok sepagi ini?” For your information, Shara itu masuknya agak siang. Tapi demi menghindari Ririn, dia rela pergi pagi-pagi banget. Eh, malah ketemu Josen. “Hmm, kebetulan aja gue lewat sini.” “Kalau gue gak pergi jam segini, lo gak baka

