Fourteenth

1122 Kata

Mereka berdua bersalaman singkat. “Baiklah, mari kita ke sana,” ucap Meg. Hari sudah gelap ketika kami berdua sampai di lantai tiga apartemen Belvoir. Induk semang bangunan itu seorang pria dengan kacamata berlensa tebal berbentuk persegi panjang. Rambut cepak hitamnya sudah dipenuhi uban. Mata cekung dan kantung mata pria paruh baya itu semakin menunjukkan usia. Dia menunggu kami di samping pintu apartemen nomor empat belas dengan rokok setengah habis. “Selamat malam, Sir,” salam Meg. “Malam, nona Meg. Kuharap kau tidak bercanda mengenai ini.” “Tentu tidak, Sir. Anda sudah dengar sendiri dari Mrs. Hudson dan yang lain, bukan?” Si induk semang menyesap rokoknya. “Mrs. Hudson sudah tua. Aku ragu pendengarannya masih bagus, cara berjalannya saja mirip kucing yang baru lahir.” Levine me

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN