Tunas yang ada di tengkuk Alan membesar dengan cepat dalam hitungan hari. Padahal baru dua hari yang lalu aku lihat tunas itu baru tumbuh. Laki-laki itu berjalan cepat memasuki etalase kasir setelah mengantar makanan, helaan napas beratnya terdengar jelas kalau dia merasakan sesuatu. “Alan,” ujarku menepuk lengannya yang sedang menyusun croissant di dalam etalase pastry, “Kau terlihat sakit ....” Dia menarik napas lagi. “Ya. Sejak kemarin aku merasa kepalaku sakit dan entah mengapa aku jadi pelupa.” Seorang Alan pelupa? Wah, sudah segawat itu ternyata. Aku membalik badan laki-laki itu, mendongak melihat tumbuhan berbatang putih dengan daun bulat mirip pohon Birch. Tumbuhan itu tumbuh dengan tegak, tidak terpengaruh gravitasi. “Apa ada sesuatu di punggungku?” tanyanya. “Hmmm, tidak ada.

