Meg, dia pegawai Cafe yang menjadi mentorku setelah Alan. Dia mengambil alih dapur. Hari ketiga training, aku kini belajar untuk membuat semur yang menjadi salah satu menu makanan berat di Cafe Youth. Rambutnya cokelat gelap, kaku dan lurus, biasa diikat ekor kuda. Kulitnya sedang, dengan mata belo dan bibir penuh. Matanya memperhatikanku memasukkan bumbu. “Apa hari ini kau kurang tidur karena anjing tetangga lagi?” tanyanya. Aku terdiam sekejap. “Alan cerita padaku kemarin. Masukkan kentangnya dulu.” Tanganku meraih wadah berisi kentang yang dipotong dadu, memasukkannya perlahan. “Tidak, hari ini tidurku cukup. Hanya saja ....” Mana bisa aku menceritakan kejadian semalam dan pagi tadi pada Meg? “Alan mengganggumu terus lewat ourchat?" Aku tertawa pelan sambil mengaduk kuah di kuali.

