Niel membawa Milana ke gudang yang ada di belakang gedung olah raga, di sana … Niel melepaskan Milana dan membiarkannya untuk meluapkan kekesalan. Meski Niel tidak tahu apa yang terjadi, tetapi melihat reaksi Milana, Niel sadar jika ada yang aneh saat ia berada di gedung olah raga tadi. “Terserah elu mau mikir gimana, yang jelas gue gak akan membela diri dan memohon buat lu dengerin penjelasan gue,” ujar Niel. Milana enggan untuk menatap wajah Niel, ia terlalu takut jika ada kalimat yang tidak diinginkannya terlontar dari mulut Niel. Menahan rasa sakit dan air mata adalah hal terberat untuk Milana. Meski ia tahu, bukan Niel yang melakukan hal itu pada Karina. “Kenapa lu bege sih!” ucap Milana. “Apa?” “Iya, lu bege!” Milana mengulangi kata-katanya. “Terus? Lu apa? Bukannya lu juga be

