“Tolong lakukan yang terbaik, Dok,” pinta Amanda kepada dokter itu. “Berdoalah semoga Ibu Anda masih bisa bertahan dan membaik. Tiga hari lagi kami akan melakukan prosedur operasi jika kondisi beliau membaik,” ucap sang dokter. Amanda menganggukkan kepalanya lalu berterima kasih kepada sang dokter yang kemudian meninggalkan gadis itu untuk memeriksa pasien lain. Amanda hanya bisa melihat ibunya dari luar ruangan, melalui pintu kaca transparan. Andini masih menangis tersedu-sedu karena merasa gagal menjaga ibunya yang memang kondisinya lemah. “Semua salahku, Kak,” ucap Andini. “Tidak. Kamu tidak salah. Jangan menyalahkan diri kamu sendiri. Aku rasa ada orang yang lebih bersalah dibandingkan kamu,” ucap Amanda seraya mengusap punggung adiknya yang menangis. “Kalau saja aku tidak mening

