Selepas mengantar Bella Rishan langsung pulang mengingat dia paham betul bagaimana suasana hati istrinya. Mungkin, Sella akan dengan senang hati memintanya, tapi di dalam hati wanita itu mengumpat sejadi-jadinya. Tidak heran saja karena istri kecilnya itu penuh kejutan yang selalu membuat dirinya melongo hilang kata. Rishan mengendarai mobil sampai di depan area parkir apartemen. Mengingat akan hal itu dia berencana untuk membeli sebuah rumah agar pertumbuhan janin dan ibunya tidak terhambat dengan interaksi. Sejauh ini Sella masih aman saja menerima segala keputusannya, meski pada waktu pindah ke apartemen wanita itu sempat mengambek terhadapnya. Masih bisa Rishan atasi. “Sella?” panggil Rishan menyusuri segala ruangan. Sangat sepi dan dingin menandakan kalau ruangan sudah lama di

