Indonesia, Pancaran kekhawatiran muncul dalam diri Diba. Perutnya yang sakit seakan-akan tidak berefek sama sekali pada dirinya. Padahal sejak dari kampus, badannya di basahi oleh keringat dingin. Begitu dia ingin memberitahu sang suami tentang kondisinya, malah Diba yang syok berat. Dia sama sekali tidak mengetahui tentang kondisi sang suami. Rasanya Diba ingin berteriak sekencang-kencangnya. Memberitahu kepada dunia bahwa pikiran sedang kacau sekarang. "Tenang Diba, lo harus tenang." Dia bermonolog sendiri, tentu saja Diba harus berusaha menenangkan dirinya sendiri. Mendadak gila tidak akan membuat semuanya menjadi baik, malahan akan membuat semuanya bertambah rumyan. Perasaan Diba tidak karuan, dia merasa sangat kesal dan marah. Wajar Diba merasakan hal tersebut, kata

