Part 13

2299 Kata

Lucy langsung kembali ke kamarnya begitu acara makan selesai. Ia tak bergabung dengan tamu lain yang menikmati sisa acara tersebut. Sebaliknya, Lucy memilih mandi dan meminta pelayan menyiapkan air panas untuknya. Pelayan bergantian mengisi bak mandi porselen miliknya hingga penuh. Walaupun bak mandi tersebut tak memiliki model apapun selain hanya dicat warna emas, tapi Luciana tahu bak mandi ini cukup mengocek kantung lelaki itu. Asap panas mengepul di udara, membumbung tinggi sementara kelopak bunga mawar terisi disana. Ia menyiduk air dengan sebelah tangan dan menatap pelayan bingung. "Sejak kapan ada mawar di air mandiku?" "Ini adalah perintah Mr. Benedict untuk semua tamu wanita Miss," jawabnya sambil menyiram rambut Lucy dengan air mawar. Melihat mawar membuat Lucy merasa jiji

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN