Part 30.5

1156 Kata

Luciana menggelengkan kepala tak percaya saat mengambil nafas tajam. Wanita itu menjilat bibirnya yang kering dan mencoba menarik nafas saat dahinya berkerut. "Aku tak tahu kalau ayahmu akan sekeras itu. Kutebak kau anak tunggal atau anak lelaki satu-satunya?" "Keduanya," jawab lelaki itu miris. "Stop soal diriku. Aku akan memastikan agar kau mendapatkan perawatan terbaik." Tepat saat lelaki itu akan pergi, Luciana mencoba menahannya saat membuka mulut. "Aku bilang, aku tak akan mengkhianati Bella. Tapi kalau kau diijinkan memilih, apa kau akan memilihku?" Terjadi kesunyian panjang di ruangan tersebut saat tangan Luciana meremas selimutnya erat. Saat akhirnya lelaki itu bicara, ia tak mampu menatap ke arah Luciana. "Istirahatlah." Hanya itu yang Sebastian ucapkan dan Luciana menggigit

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN