Part 38

1252 Kata

Mendesah putus asa, ia memutuskan keluar dari dalam kamar dan berjalan keluar. Ke arah taman, tak tentu arah dan tanpa tujuan. Udara malam terasa pekat, angin dingin menembus masuk melalui gaunnya yang terbuka dan meniupkan hawa dingin ke kulitnya. Hawa dingin berhembus keluar dari mulutnya, membentuk uap udara transparant. Wanita itu menggosokkan tangannya sendiri ke lengan sementara langkahnya membawa Luciana ke sebuah taman yang berliku-liku. Lucy mengingat taman ini sebagai taman labirin. Entah siapa yang menciptakan ide ini tapi disebut labirin karna sekali kau masuk, akan sulit menemukan jalan keluarnya. Tanaman dipotong sedemikian rupa dalam bentuk dan ukuran yang sama. Ditempatkan secerdik mungkin untuk membingungkan siapapun yang masuk. Dan tiba-tiba saja ia membuat keputus

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN