Paul Maraina tidak pernah berharap akan memiliki sosok ibu dalam hidupnya. Ibu yang melahirkannya mencintainya. Paul tahu itu. Tetapi tidak cukup mencintainya untuk menaklukkan segala ketakutan. Pada akhirnya, ibunya memilih untuk bunuh diri daripada berjuang hidup di penjara dingin Maraina ini. Daripada berjuang hidup bersama Paul. Bocah itu masih sangat muda. Namun ia tahu Gina dan Viscount Don memiliki andil dalam keadaan mental ibunya yang tidak stabil. Hanya saja ia terlalu takut untuk menghadap Ayahnya. Apalagi karena Ayahnya adalah alasan para bayangan mengunjunginya di malam hari, membuatnya tidak dapat tidur. Mereka selalu berbisik, 'Ayahmu adalah seorang monster', 'Ayahmu adalah pembunuh berdarah dingin', 'Kita adalah semua nyawa yang melayang karena Ayahmu yang haus darah'. J

