"Kan sudah bilang, tadi," ucap Mark. "Ta, maaf deh. Ku pikir kalua saudara homo." Angela masih saja mengejek mereka. "Kalau aku homo, mana bisa nitip janin ini di perutmu, Sayang," ucap Verrel. Mark hanya bisa geleng-geleng kepala melihat tingkah Verrel dan pasangannya. Mereka duduk di ruang keluarga, sementara seorang pelayan datang membawakan minuman untuk mereka. "Katakan, apa tujuanmu pulang ke sini lagi?" tanya Verrel. Mark terdiam, alasannya pulang adalah ingin menemukan gadis kecil itu. Setelah bertemu, ia ingin menikah dan berbahagia dengan cinta masa kecilnya. Tapi masalahnya sekarang dimana ia menemukan gadis kecilnya. "Ah, jangan bilang ini tentang gadis kecil yang sering kau ceritakan padaku dulu," tebak Verrel. "Benar, aku mau mencarinya, jika bertemu aku ingin menika

