Ancaman Hellen

1001 Kata

"Kemarin aku melepaskanmu ... tapi tidak lain kali," bisik Verrel di telinga Angela. Ia memang sengaja mengatakan itu untuk menggoda istrinya.    Angela hampir saja tersedak sandwich yang sedang di makannya.    "Pelan-pelan sayang, aku tahu kau sudah tidak sabar menungguku melakukannya malam ini," goda Verrel lagi. Mata Angela mendelik tajam ke arah Verrel.    Verrel dengan santainya mengambilkan segelas air minum untuk Angela.   Siapa yang tidak sabar? Justru dia yang menginginkannya, batin Angela.   "Bagaimana kalau kita ke pantai setelah sarapan," ajak Verrel.   "Ya," jawab Angela cuek. Verrel senang Angela mau menerima ajakannya.    Suasana pantai hari ini masih sepi karena mungkin masih terlalu pagi. Mereka berdua berjalan menyusuri bibir pantai. Mata Angela tidak lepas

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN