“Arrgh! “Tolong hentikan, aku tidak mau mengandung anakmu!” tolak Angela. “Kau harus hamil anakku, agar kau tidak bisa lari lagi dariku.” Verrel masih saja memberikan rangsangan-rangsangan kecil agar Angela siap menerima hujaman miliknya. “Kau sudah gila!” sentak Angela. “Aku gila karenamu,” bisik Verrel. Ia tidak peduli lagi jika harus menghujamkan miliknya sekarang. Sudah lama ia berpuasa menahan diri hanya untuk menunggu Angela. Sebuah benda padat berurat berbentuk panjang menegang ke arah Angela. Sepertinya sebentar lagi benda itu menusuk bagian yang selama ini di rindukannya. “Aakh! Desisan lirih Angela terdengar lalu Verrel segera membungkam mulut Angela dengan ciumannya, sementara miliknya ia masukkan tepat ke sasarannya. Mereka terlihat seperti orang yang tengah berdansa,

