Pemuda jangkung itu melangkah tenang menyusuri koridor kelas dengan tas ransel yang tersampir pada bahu kanannya. Langkahnya kian cepat dengan bibir yang menyungging samar. Setelah lama liburan di rumah dan memadu kasih dengan kasur empuknya. Akhirnya pemuda itu pun kembali ke sekolah dengan gembira. Apalagi setelah ia melihat namanya berada satu kelas dengan seseorang yang memang ia harapkan berada satu tempat dengannya. Saat hendak memasuki kelas, tubuhnya tidak sengaja bertubrukan dengan seseorang membuatnya mendongak kecil. Di hadapannya sudah berdiri cowok berahang kokoh yang kini menatapnya tenang, "sorry. Gak sengaja," ujar cowok itu datar lalu beranjak dan melesat masuk ke kelas meninggalkan pemuda hidung bangir itu di depan kelas. "BAGASSSSS!" Pemuda itu menoleh kaget deng

