Aliana mendesah panjang sembari menutup pintu kelas dan membalikan tubuh hendak ke ruang guru. Gadis itu merapikan anak rambutnya yang berjatuhan pada keningnya dengan sesekali mengembungkan pipinya. Langkahnya terhenti saat hendak berbelok menuruni tangga, beberapa anak cowok anak kelas sebelas masih berdiri di bawah sana dengan mengobrol kecil. Aliana membasahi bibir dengan kembali melangkah lagi. Salah satu anak cowok terlihat mengacungkan hape kearahnya membuat ia tersentak dan refleks memegang ujung roknya yang tertiup angin. "Dapat gak?" Bisik salah satu dari mereka dengan melirik ponsel teman yang tadi memotret, Aliana menggeram dengan menggigit bibirnya kasar. Gadis itu menghentikan langkahnya dan mendekat pada ketiga cowok yang masih cengengesan melihat hasil potretnya. "Hapus

