Aliana berjalan pelan di koridor sekolah dengan buku tebal di dalam dekapannya. Gadis yang hanya menguncir rambutnya itu terlihat menghela kasar dengan kembali melangkah menuju lift sekolah. Sesekali ia menoleh kanan-kiri melihat beberapa murid lain yang terlihat akrab satu sama lain dan begitu seru mengobrol. Aliana memandang mereka nanar, gadis itu merunduk sendu memandangi kedua kakinya yang terbungkus sepatu. Entah kapan terakhir Aliana bisa tertawa lepas dengan yang namanya 'teman'. Aliana juga ragu, setelah kejadian yang menimpanya dulu dan Abimanyu membuat ia tidak percaya lagi akan yang namanya teman yang tulus. Bukan karena Abimanyu. Tapi, ada beberapa oknum yang mendekatinya dan mendeklarasikan dirinya kalau dia adalah teman Aliana. Padahal mereka hanya ada saat butuh sesuatu.

