Dengan langkah percaya diri, Bams berjalan menuju tengah-tengah panggung. Bams berdiri dengah gagah menghadap ke ratusan audiensi yang menatapnya dengan bangga. Tidak lama, bapak presiden beserta seorang perwakilan yang membawa baki berisi lencana, berjalan menghampiri Bams. semua orang menatap Bams dengan perasaan tegang dan bangga, kecuali satu orang yang kini tengah berusaha menahan rasa sakit di bagian kepalanya. Tidak lama, bapak presiden pun memberikan lencana kehormatan untuk Bams sebagai ungkapan rasa terima kasih pemerintah atas keberanian Bams yang berhasil mengungkap kejahatan Erwin—sang mafia kelas kakap. Sorak sorai dan tepuk tangan begitu riuh setelah lencana itu diberikan dan bapak presiden telah selesai memberi sedikit kata sambutan. Bams pun perlahan berjalan ke arah p

