Bams dan Dennis sudah turun dari mobil mereka. Seperti perjanjian di awal, Bams tidak diperkenankan melepas masker, kaca mata dan topinya. Sopo dan Jarwo juga selalu mengikuti mereka di belakang. “Kak, jalan-jalannya kok gini amat sih? Nggak nyaman tahu nggak?” Bams kembali mencoba menggoda Dennis. “Maksud kamu apa, Sayang ....” “Masa kita jalan, mereka ngikutin terus di belakang.” “Ya nggak apa-apa dong. Anggap saja kita ini sultan yang lagi butuh kesenangan tapi juga aman. Gitu aja kok repot sih?” “Tapi aku beneran nggak biasa, Kak?” Bams terus mendesak Dennis untuk menyuruh pengawalnya menjauh. “Bams, kamu mulai banyak maunya. Ingat, berbuat yang aneh-aneh, wanita yang di tawan itu akan langsung kreeekk! Mati! Jelas.” “Aku juga tahu, Kakak ... Lagian siapa yang mau macam-macam s

