“Lho, Leha kok udah pulang aja?” Wiwik terheran melihat menantunya sudah kembali padahal belum masuk jam makan siang. “Aku disuruh pulang sama pak Tono, Ma.” “Kenapa?” Juleha memberikan amplop yang baru saja ia dapatkan dari komandannya, “Katanya aku diberi cuti khusus selama satu minggu. Disuruh istirahat penuh di rumah.” Wiwik menerima amplop itu, membuka dan membacanya, “Wah ... bagus sekali. Itu artinya, kamu memang harus banyak istirahat. Tapi kok mukanya jutek gini?” “Aku bosan kalau di rumah terus, mama ....” “Lho, justru bagus dong. Jadi bisa berdua-duaan terus sama Bambang. Iya’kan?” “Justru itu yang bikin aku males.” “Lho, kok males sih? Bams’kan sekarang udah ganteng. Udah nggak gemoy lagi, masa kamu masih males juga?” “Tahu ah ... mama sama aja sama yang lain, sukanya

