"Assalamu’alaikum ... Jeng Aminah ... Jeng Aminah ....” Wiwik tampak cemas dan tergesa-gesa sembari mengetuk pintu rumah Aminah. Wanita itu sebenarnya belum saatnya pulang dari Bandung, tapi karena dapat kabar buruk dari Aminah, Wiwik segera pulang dan menyuruh Maysaroh melajukan mobilnya dengan kecepatan maksimal. “Wa’alaikumussalam ... sebentar, Jeng.” Aminah yang tengah tertidur pulas, sedikit pusing seraya berjalan menuju pintu. Aminah melirik jam dinding sebelum membuka pintu, sudah hampir jam dua belas malam. “Jeng ... apa yang terjadi dengan anak-anak kita?” Wiwik segera memeluk Aminah sesaat setelah pintu rumah itu terbuka. Ia menangis terisak. Aminah menuntun besan sekaligus sahabatnya itu masuk ke rumah dan duduk di atas sofa ruang tamu. Maysaroh juga turut serta. “Jeng ...

