Anin masih saja tidak percaya dengan apa yang ia dengar ini. Pasalnya semua ini seperti mimpi di siang bolong baginya, seperti sebuah ketidakmungkinan yang ternyata malah Semesta merestui dirinya. Anin menatap ke mata Gale lagi, rasanya benar-benar campur aduk bagi dirinya sekarang. "Harusnya kamu tahu Ka, tanpa kamu tanya pun pasti kamu tahu jawabannya kan? Hal ini udah aku tunggu sejak lama. Udah bertahun-tahun aku nungguin kamu bilang kayak gini." Ujar Anin kepada Gale yang mana sekarang ini Anin mengatakannya dengan mata berkaca-kaca karena ia sangat terharu. "Nin, Lo janji kan setelah gua masuk ke hati Lo nanti, Lo ga akan ngusir gua dari sana kan? Gua cuma ngerasa kalo gua butuh lo Nin. Gua butuh Lo sebagai warna di hidup gua yang abu-abu ini." Ujar Gale yang kini beranjak dari pan

