67. Pelakunya Tertangkap

2453 Kata

Malam itu, Evana terbangun dengan tubuh berkeringat dingin. Mimpinya berantakan,.penuh bayangan wajah-wajah asing yang mengejarnya. Napasnya tersengal, dan tangan mungilnya meraba sisi ranjang tempat Elvano biasanya berbaring. Kosong. Selimut pun masih rapi. Tidak ada tanda-tanda pria itu pernah berbaring di sana sejak mereka tertidur tadi. Evana bangkit pelan, kedua kakinya menyentuh lantai marmer yang dingin hingga membuat tubuhnya sedikit meremang. Jam dinding di kamar menunjukkan pukul dua dini hari. Waktu di mana biasanya Elvano akan memaksanya tidur memeluknya. Namun kali ini pria itu tidak ada di sisinya. “Dia pasti ada di ruang kerja,” gumamnya pada diri sendiri meski hati kecilnya dihantui rasa was-was. Sejak insiden sore tadi yang mana dia hampir saja menjadi korban penculika

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN