Bab 21.5

2244 Kata

Sebentar saja Wira sudah terlelap dan menemui mimpi. Napasnya teratur Tidak terasa pagi mulai mengintai malam. Baru saja azan subuh terdengar, Wira sudah bangun dan terlihat lebih segar. Sesudah ia mencuci muka dan berganti bajunya menjadi kemeja Wira menggelar sajadahnya dan menunaikan ibadahnya. Menengadahkan tangannya mengucap syukur juga mengharapkan rahmat-Nya. Setelahnya Wira melipat dan menyimpan kembali sajadahnya. Wira berniat setelah jam tugasnya ia akan mengurus surat juga berkas lainnya. . . . "Maaf Mam" ujar Ve setelah begitu lama ia mengumpulkan keberaniannya untuk menjawab Setelah lama Ve terdiam dan tidak berani menjawab Mamanya pun masih menatap tajam Ve. Gia berdehem cukup nyaring. Langsung Ve mendongakkan kepalanya dan pandangannya langsung bersibobrok dengan ma

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN