Bab 20.3

2428 Kata

“Iya, di suruh Bunda nganterin makan malem buat anak bungusunya sama calon mantunya nih” ucap Bia tanpa sadar Abi yang mendengar ada kata ‘calon mantu’ membuatnya menyeringai, sepertinya Bia sudah bisa menerimanya kembali. Ada rasa senang yang membuncah dalam hatinya. Berbanding terbalik dengan Bia yang baru sadar apa yang sudah ia ucapkan. Sedikit meringis, dan baru akan meralat apa yang di ucapkannya ketika tangan kanannya yang bebas di genggam oleh tangan besar Abi. Seketika rasa hangat dan sensasi tersengat listrik menghantarkan pada kulit mereka yang saling bersentuhan. “Ya udah, yuk ke ruangan ku aja. Nanti biar Wira gabung ke sana” ucap Abi sambil menarik tangan Bia yang sudah di genggamnya erat Dalam benak Abi, ia berjanji tidak akan melepaskan tangan yang sudah ia genggam erat

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN