"Gimana kabar Papa?" tanya Ve lirih "Papa baik Ve. Maafin Papa ya Ve. Papa memang pengecut" ucap Yudha sampai ia tergugu Ve yang tidak tega segera mendekati Papanya dan memeluknya. Rasa hangat menjalari kulit mereka. Nyaman dan aman "Sudah Pa. Ve emang masih sedikit benci sama Papa. Kenapa dulu sampai ninggalin aku sama Mama di rumah Nenek" ucap Ve Yudha yang mendengar keluh kesah putrinya, hanya mesem. Mengusap rambut Ve pelan "Maafin Papa ya Ve. Papa punya alasan kenapa sampai ninggalin kamu sama Mamamu" . . . Ve termangu di dalam kamarnya. Selesai makan malam dengan Papanya, ia langsung naik ke kamarnya. Bahkan Mamanya yang menanyakan acaranya tadi hanya ia biarkan. Dia masih syok mendengar semua kenyataan yang baru ia ketahui. Bahkan rasanya makanan enak yang baru masuk bisa

