46. Galau karena Cinta

1916 Kata

Siang yang terik membuat tubuh merasa lelah. Ditambah lagi jadwal kuliah yang semakin padat sejak tadi pagi, membuat Trio Cablak berjalan menuju kantin untuk melepas dahaga. Tiga pemuda yang bersahabat duduk di salah satu sudut kantin. Ketiganya duduk termenung memikirkan ide sebagai bahan materi dari tugas yang diberikan oleh Pak Raden Mas Slamet selaku dosen yang membimbing mata kuliah itu. Ketiganya bertopang dagu. Tampak tiga gelas berisi es teh manis berjajar di hadapan mereka. Tiga mangkuk bakso pun terlihat sudah kosong karena habis disantap mereka. Bambang memulai obrolan mereka sebelum dirinya berangkat mengantar katering Bu Desi. “Sob? Ngapa pada manyun semua?” Bambang menatap Jaelani dan Sam. “Ye ... gimane? Bingung juga mau buat website apaan, yang dicari banyak orang?” Jae

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN