XLV. Sebuah Kemiripan

2000 Kata

Akan selalu ada kehebohan yang terjadi setiap kali membicarakan hal-hal mengejutkan dengan orang yang kita percaya. Seperti saat ini, bel belum berbunyi, dan Tata sudah menatap Bianca lekat. Meminta penjelasan atas ketidakhadirannya kemarin, lalu memaksa sahabatnya itu untuk menceritakan semua yang terjadi. "Berhubung Ana belum datang, cepat rangkum semua cerita sesingkat-singkatnya!" paksa Tata kemudian. Membiarkan Bianca terkekeh, karena tahu betul sifat sahabatnya yang satu ini. "Semuanya, dari ketidakhadiran lo sampai hari ini kenapa lo bisa barengan sama Arkan." "Sehari aja, enggak sebawel ini, buset, bisa enggak sih Ta??" kekeh Bianca geli. Tidak habis pikir dengan sahabatnya itu. "Ish! Gue kepo tahu, buruan, nanti Ana datang, enggak bisa cerita lagi!" rutuknya kesal. Dan Bia

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN