LI. Ketakutan

2003 Kata

Bel apartemen Titan berbunyi. Membuat Titan dan Bianca saling tatap sebelum mengedikkan bahu serentak. Bianca dan Titan baru saja menyelesaikan makan mereka. Bianca mengerutkan dahi bingung karena setahunya Titan bahkan tidak pernah memiliki janji temu selama Bianca tinggal disana. Titan pula menolak dan mengatakan banyak alasan agar Bianca tetap merasa nyaman diapartemennya. Jadi Bianca menaikkan kedua alisnya. "Apa itu bokap sama nyokap lo?" tebak Bianca kemudian. Namun Om Altair dan Tante Lea baru saja pamit untuk pergi kerumah kakek Titan. Titan menggeleng cepat. "Enggak mungkin, lo sendiri tahu mereka baru aja pergi." Bianca terdiam sesaat. Lalu membulatkan mata terlonjak karena ia tahu kemungkinan yang lain. "Jangan-jangan itu Ana?" Menghela napas, Titan berujar pertama. "Gue

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN