Kadang, kita memilih luka setelah bahagia yang sempat diterima. Mengalah pada sesuatu yang masih terasa berharga, padahal objek itu sendiri yang menghancurkan kita secara merata. Bianca sudah kembali kerumahnya dengan perasaan yang tidak berubah semenjak ia menyetujui janji yang dibuatnya pada Alana. Setelah berbincang banyak hal pada Leyna, ada satu tujuan yang sudah mereka sepakati. Bianca tahu, pada akhirnya ia akan membutuhkan Mamanya tersebut. Melawan kehendak hatinya demi sesuatu yang tidak sepatutnya Bianca khawatirkan. Tapi lagi-lagi ia tidak pernah diberi pilihan, karena mungkin memang ia yang bersalah sejak awal. Bahkan, sudah tidak terhitung sebanyak apa tangis yang Bianca keluarkan sejak semalam. Semua orang juga dapat menebak, hanya dengan melihat wajah bengkaknya kali i

