Bianca tahu perasaan ini, ia mengerti sisa-sisa ketakutan yang masih bertahan didalam sana meski Bianca kerap mengabaikannya. Bianca pula paham bahwa jatuh cinta bukan sesuatu yang salah. Itu sendiri adalah wujud dari ungkapan yang dengan berani berada didalam relung dan hatinya terdalam. Pada siapa dan kemana arahnya juga Bianca tidak tahu sebab dia datang dan merasa dengan sendirinya, sebab Bianca sendiri tidak dapat menduganya. Lantas selama perjalanan yang dilewatinya bersama Titan, Bianca masih menduga kekhawatiran itu ada disana. Meskipun Alana menolak setiap kali mereka ingin membicarakan soal Titan, Bianca tidak tahu itu murni karena Alana merekannya atau karena sahabatnya itu sengaja tidak ingin membahasnya. Hingga perjalanan yang dilaluinya bersama Titan terasa begitu singkat

