Hari-hari yang terlewati menyadarkan kita bagaimana tawa yang pasti. Setiap luka yang terjadi, mengajarkan bahwa tidak ada yang memang bearti. Mungkin pemandangan saat ini membuat ke-empat petinggi Carswell hanya membulatkan mata saat mereka baru saja sampai dilantai tiga dimana kelas mereka berada. Mendekat pada kerumunan teman sekelasnya yang sudah berada diluar kelas, mereka mendekat untuk mencari tahu penyebab kekacauan disana. "Ngapain lo semua diluar?" tanya Arkan pertama. Mengerutkan dahi bingung ketika dirinya baru sampai pada kerumunan disana. "Kena hukum?" sambung Zidan kemudian. Menaikkan kedua alisnya, bingung. "Titan nyuruh semua orang keluar." Tata menyahut pertama. "Mau ngomong sama Alana." Mengintip dari balik jendela yang ada, Arkan menghela napas dan menggeleng

