LVIII. Kekalahan Pertama

1646 Kata

Tidak akan semudah itu membiasakan perasaan kita menghilang. Berpura-pura tidak terjadi apa-apa, padahal kita sendiri tahu apa yang ada didalamnya. Titan terbangun dengan kepala sedikit pening. Menghabiskan berjam-jam dengan semua pertimbangan yang meresahkannya. Ia membuka ponselnya kembali ketika sebuah pesan mengejutkan membuat mata Titan terbelalak sempurna. Lantas pada detik selanjutnya Titan langsung menarik jaketnya cepat, saat pesan mengancam dari nomor tidak dikenal itu sudah menghiasi layarnya. ××× Bianca lagi sama gue. Kalau lo mau itu cewek selamat, silahkan datang ke Taman Castello sendirian sekarang. ××× Kalau lo bawa orang lain, lo bakal tahu sendiri akibatnya. Mungkin setelah langkah cepat yang ia ambil ini Titan tahu bagaimana perasaan yang ia miliki. Entah it

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN