23. Ternyata Indra....

1865 Kata

VISSA             Aku sedang menunggu Mas Yusuf memutarkan mobil untuk sampai ke lobby department Kimia ketika ponsel di sakuku bergetar.             Malik calling...             Aku tersenyum, ya, sejak Malik manggil aku pacar beberapa hari yang lalu, dia jadi rutin menelefonku. Sekedar nanya keseharian dan laporan soal keluhan dia kepada Jani dan Indra yang sering ngambil jalan asal, sehingga mereka nyasar.             "Hallo!" Sapaku ketika menjawab panggilannya.             "Om Swastiastu, Vissa. Kamu di mana?" Tanyanya.             "Swastiastu! Di kampus, baru mau pulang."             "Aku di jalan mau ke rumah kamu nih, Jani sakit. Kita udah pulang!"             "Serius??? Yaudah! Aku suruh Mas Yusuf ngebut yaa!"             "Gak usah kebut-kebut, hati-hati di jalan aja Viss

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN