19. Bau-bauan

1620 Kata

VISSA             “Doain Kakak ketemu sama Melani yaa?” Kak Gara pamit, akan berangkat lagi ke Norwegia untuk mencari Melani.             “Iya Kak, sukses ya! Semoga ketemu, kalau udah ketemu, cepet-cepet bawa ke sini aja.” Kataku mencoba ikhlas dengan semuanya, sadar kalau Kak Gara sudah menentukan pilihannya, dan itu bukan aku.             “Doain aja!”             Aku mengangguk, kemudian  melepas Kak Gara, Yuri dan Mbak Mutia pergi ke bandara di antar Mas Yusuf.             Jujur, perginya kak Gara ini membuatku sedih, ya aku sedih karena aku sendirian. Jani masih mengurung diri di kamar, dan percakapanku semalam dengan Malik membuatku agak kaku mendekatinya lagi. Aku malu.             Papi belum keluar kamar, enggan bergantian dengan siapapun untuk menjaga Jani, bahkan aku dan Ma

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN