Acara Musik

1297 Kata
Satu jam kemudian... Sudah 1 jam lebih gadis itu tidak kembali. ‘Kemana gadis itu?’ terka Jae Hoon heran, padahal ia bilang hanya sebentar. ‘Bagaimana kalau terjadi sesuatu padanya? Atau bagaimana kalau diculik? Tapi mana mungkin, ini kan rumah sakit pasti penjagaannya ketat dan untuk apa menculik gadis itu.’ pikiran-pikiran buruk mulai menguasai pikirannya. ‘Aku bahkan tidak tau namanya, bagaimana aku bisa mencarinya. Kenapa diriku bodoh sekali tidak menanyakan namanya.’ Jae Hoon menyesal dan menjambak rambutnya sendiri. Ia bingung apa dirinya harus stay disini atau pergi mencari gadis itu. ‘Tapi bagaimana kalau ia datang kembali kesini dan aku tidak ada disini?’ Jae Hoon menjadi galau dan memutuskan untuk stay di taman sampai gadis itu kembali. Jae Hoon menunggu gadis itu sampai malam hari dimana udara menjadi sangat dingin dan tiba-tiba rintik hujan turun. Jae Hoon mengangkat tangannya dan menadang hujan. Ia tiba-tiba merasa kecewa. ‘Kenapa gadis itu tak kunjung datang? Apa ia mencoba menghilang dari hadapannya secara misterius?’ Jae Hoon menatap rintik hujan yang semakin banyak. Ia tidak ada niat berjalan kembali ke ruangannya. Ia merasa lebih baik dirinya kehujanan saja dan menunggu sampai gadis itu datang. ‘Sudah gila memang, untuk apa menunggu hal yang tidak pasti seperti ini’ batinnya sedikit kesal dan sangat kecewa. Ia merasa sudah di perhatikan, di khawatirkan, di buat berdebar oleh gadis itu, dispesialkan layaknya seorang pangeran lalu tiba-tiba semua itu sirna karena gadis yang ia tunggu-tunggu menghilang entah kemana.’ Ia seperti dipermainkan. ‘Apa lebih baik tidak usah berharap? Harusnya tidak usah ku simpan perasaan ini untuknya, apa lebih baik membuangnya saja, supaya tidak usah menunggu hal yang tidak pasti seperti ini.‘ Jae Hoon yang tengah menadang hujan tiba-tiba dikagetkan oleh seseorang yang mengarahkan payung kebadannya. Jae Hoon spontan membalik badannya. Ia melihat gadis itu. Gadis yang membuatnya menunggu seharian ini sampai membuat dirinya basah terkena air hujan. Mata mereka berdua bertemu. Jae Hoon terkejut karena tampak mata gadis itu lesu dan tidak b*******h, rambutnya sedikit acak-acakan. “Kau…kau kenapa?’ tanya Jungkook yang segera berdiri menatap gadis itu. “Ayo masuk” ucapnya tidak menghiraukan pertanyaan Jae Hoon. Jae Hoon heran dan merasa aneh, ia seperti bukan melihat gadis yang selama ini menjaganya dan membuatnya nyaman. Ia pun memberanikan diri bertanya. “Kenapa kau mengabaikan perkataanku? Apa yang terjadi? Kenapa kau tampak berantakan?” tanya Jae Hoon sembari menolak ajakan gadis itu yang menyuruhnya masuk. Jae Hoon mendorong payung itu sehingga hanya gadis itu yang memakai payungnya. “Apa yang kau lakukan? Nanti kau sakit.” Teriaknya menatap Jae Hoon sedikit kesal. “Kau yang membuatku menunggu seharian seperti ini, kemana saja kau?” tanya Jae Hoon meluapkan emosinya. Gadis itu terdiam tidak mengatakan apapun. “Terserah padamu, ini kuberikan payungnya untukmu, aku akan pulang.” Gadis itu menaruh payung di hadapan Jae Hoon dan segera berjalan pulang sambil kehujanan. Sontak Jae Hoon kaget dengan sikap gadis itu yang berubah menjadi dingin sedingin es batu. Ia bahkan heran ngapain gadis itu pulang hujan-hujanan dan malah membiarkan dirinya kebasahan. Jae Hoon segera berlari mengejar gadis itu namun tiba-tiba kepalanya terasa sakit. Ia kembali mengingat sebuah kejadian dimana ia melihat gadis itu disebuah ruang latihan bersama dirinya yang tengah asik latihan dance. Tiba-tiba seseorang ber jas hitam tampak membawa gadis itu dan menyeretnya keluar. Pria itu tampak kasar dan tidak suka dengan kehadiran gadis itu. Lalu beberapa ingatan lain muncul dimana gadis itu tampak sedang jalan dan diikuti oleh seseorang dari belakang dimana Jae Hoon tidak tau siapa orang itu. Tapi ia bingung kenapa ia bisa mengingat hal ini. Jae Hoon mencoba kembali mengingat dimana tempat latihan yang biasa ia datangi dan orang-orang misterius yang berada di sekeliling gadis itu, namun sepertinya kapasitas ingatannya hanya sampai disitu. Jae Hoon masih memegang kepalanya yang terasa sakit. Tak lama kemudian ia pun pingsan ditengah hujan yang semakin deras. 3 tahun yang lalu.... Ditempat Music Bank.... “G-Force...G-Force” “Kim Minki, Song Junmin, Park Dowon, Seo Taejun, Kang Jae Hoon G-Force” “Hey, kalian semua tampan” “Kerenn...aku cinta kalian” “Suara mereka gila…benar-benar bagus, aku akan ngestan kalian terus” “Pria-pria tampanku, ayo teruslah berjuang untuk FREELY” “Freely selalu dukung kalian” Suara-suara bising dari fans G-Force yaitu Freely terus menerus menggema di dalam studio. Mereka semua tidak mau kalah saling berteriak untuk mendapatkan perhatian idolnya. “Dowon-ah...sangat seksi, aku sukaaaa” teriak Mijoo disamping telinga Yuna. “Hey...kau teriak tepat di telingaku tahu, telingaku jadi berdengung” omel Yuna sambil terus memegangi lightstick G-Force miliknya. “Terus kenapa? Kita disini kan memang harus teriak supaya didengar mereka” balas Mijoo kembali melanjutkan aktifitas fangirlignya. Yuna hanya mengangguk-angguk mengiyakan. Para member G-Force melakukan tarian dance mereka diatas panggung. Mereka semua tampak kompak dan dancenya selaras dengan lagu yang mereka bawakan. Mereka membawakan lagu lamanya berjudul New Life. “Our new life is begin...our new life is begin" Semua penonton ikut terhanyut bernyanyi bersama member G-Force “Omoo...maknae line sangat seksi....” teriak Yuna tampak bersemangat. Mijoo menatap sinis Yuna. Yuna melototinya. “Wae?” “Kau bahkan teriak di samping telingaku juga, menyebalkan” dengus Mijoo. Yuna tertawa geli. “Sorry, sepertinya aku terbawa suasana music bank, ini benar-benar gila semua member visualnya on point semua...huaaa mau pingsan aja rasanya” ucap Yuna masih menatap para member dihadapan mereka. Yuna menatap Seo Taejun yang menjadi biasnya, lebih tepatnya bias sejuta umat. “Apa kubilang, teriakan saja semuanya disini, kalau cuma kau pendam bakal rugi capek-capek ngantri berjam-jam, berdiri lama seperti ini masa kau mau diam saja?” celoteh Mijoo sambil menengok kearah para member. “Ya, kau benar” Yuna kembali menikmati penampilan para member G-Force. Seperti biasa Taejun memberikan fan service gilanya didepan Army. Saat partnya muncul Taejun segera memainkan ekspresi wajahnya dan mengedipkan sebelah matanya sambil sedikit melet. Terlihat semua Freely tampak teriak enggak karuan, bahkan mungkin ada yang udah pingsan kali. “Gilaaa Seo Taejun bikin anak orang pingsan aja” “King of expression back” “Gamau pulang maunya Seo Taejun” “Jae Hoon juga gila, bodynya six pack banget, wajahnya polos OMG Jae Hoon oppa sangat tampan” Dan masih banyak lagi, itulah yang Yuna dengar saat dirinya menonton music bank bersama Mijoo. Lagu terakhir pun diputar dimana para member tidak menari melainkan hanya menyanyi sambil melakukan fan service kepada Freely. Yuna yang berdiri tidak jauh dari panggung membuatnya bisa melihat keseluruhan para member. Yuna mengambil ponselnya dari tas dan siap mengabadikan moment indahnya bersama para member G-Force. Ia membuka kamera dan merekam aktifitas para member diatas panggung. Terutama ia memfokuskan video pada Seo Taejun yang terlihat sedang tersenyum sambil melambaikan tangannya pada Freely. Namun pandangannya teralihkan oleh Jae Hoon yang tengah berdiri di samping Taejun sambil meminum sebotol air putih, Yuna mencoba untuk ngezoom video Jae Hoon yang tengah meminum air putih dengan bersimpuh keringat yang mengucur, terlihat pergerakan tenggorokan Jae Hoon yang meneguk air putih itu dengan sangat keren dan seksi. ‘Padahal Jae Hoon hanya minum tapi berdamage banget gila’ batin Yuna yang terus memfokuskan video pada Jae Hoon yang tampak sudah menaruh kembali botol minum yang masih ada sisa setengah. Mijoo dan Yuna tampak sangat menikmati acara music bank yang diisi oleh para idol-idol ternama terutama G-Force, boyband yang sedang naik daun. Beruntungnya Mijoo mendapatkan tiket music bank itu dari orang dalam, bayangkan kalau mereka sampai tidak mendapatkan tiket itu, mereka tidak akan dapat melihat visual tampan dari para member. Dua jam telah berlalu dan acara music bank telah selesai. Yuna dan Mijoo keluar dari gedung dan bergegas untuk pulang karena waktu menunjukkan pukul 22.10. Menonton music bank membuat Yuna tampak lebih semangat dan moodnya kembali naik. Bayangkan saja bisa menonton bias di depan mata. Ia berharap bisa terus menonton konser seperti ini untuk menghilangkan rasa penatnya dari belajar seharian.
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN