Mereka duduk mengitari meja. Mama di sebelah Papa. Dean di seberang Papa. Gemintang di sebelah Dean. Terakhir Her Twinkle di atas pangkuan Dean. Makanan mereka tersaji rapi di atas meja. Restoran belum ramai karena baru menginjak jam sebelas. Kebanyakan meja di dekat meja mereka kosong. Cukup membuka ruang bagi obrolan mereka yang membutuhkan privasi. “Apa kamu bermasalah kalau kita makan sambil berbicara?” Tanya Mama. Cara bicara dan gesturnya santun. Sikap yang sewajarnya membuat nyaman, malah menjebloskan kepercayaan diri Gemintang pada dasar sumur. “Ya,” jawab Gemintang, takut-takut. Mereka mulai menyantap makanan yang tersaji. Her Twinkle membuka mulut lebar saat Dean menyendok nasi. Melihat kelakuan Her Twinkle, Dean menyuapkan nasi itu. Hanya nasi tanpa lauk. Mama dan Papa memer

