Sebelum putus dari Sinta, Al Wani selalu menggunakan uangnya untuk Sinta. Karena itulah dia hanya menggunakan ponsel Samsang model lama yang hanya memiliki fitur mengirim pesan singkat. Karna aplikasi Whattsapp hanya bisa support di 4,4.
Setelah barusan diingatkan oleh Aryanti, Al Wani pergi ke toko ponsel untuk membeli ponsel Iphone model terbaru. Bagi Al Wani yang sekarang, uang untuk membeli ponsel ini hanya sepersekian dari keseluruhan uangnya.
Kini, Al Wani akhirnya merasakan bahwa apa yang Muklis dan Kakaknya katakan padanya itu benar.
Meskipun dia belum menggunakan kartu hitam pemberian Muklis, dan hanya baru menggunakan uang dari kartu hitam pemberian Kakaknya. Tetapi uang dua puluh lima miliar di rekeningnya benar-benar ada. Uang dari rekening itulah yang Al Wani gunakan untuk makan di Hotel Star Palace dan membeli ponsel baru.
Al Wani merasa segalanya terlalu menakjubkan. Dirinya berubah menjadi konglomerat dalam sekejap. Mungkin jika diceritakan pun tidak akan ada yang akan percaya dengan kejadian seperti ini.
Sembari melihat fitur-fitur dalam ponsel barunya, Al Wani berjalan menuju tempat kosnya.
Sekitar setengah jam kemudian ketika Al Wani sampai di tempat kosnya, dia melihat tetangga cantik di ssbelah kamarnya sedang berjalan masuk sambil menenteng makanan.
Gadis cantik itu memakai kaos ketat tanpa lengan berwarna kuning, menampakan bentuk d**a dan lekuk pinggangnya yang sempurna. Bawahannya memakai celana jeans pendek ketat berwarna hitam, menampakan kaki indah jenjang dan putih. Wajah cantiknya hanya dipakaikan bedak tipis dengan lipstik pink, yang membuat dirinya tampak mempesona.
"Baru pulang semalam ini?" Al Wani menyapanya.
"Kamu siapa?" Gadis cantik itu bertanya sambil menerjapkan mata.
"Aku yang tinggal disebelah kamarmu, kamu yang membantu aku membayar uang sewa pagi ini. Sudah lupa?" tanya Al Wani.
"Oh, ternyata kamu." wanita ini mengamati Al Wani sekilas dan berkata pelan,
"Ada perlu apa?"
"Aku sangat berterima kasih soal kejadian pagi ini. Kalau bukan karna kamu yang membantu aku, Ibu kos pasti akan menagih terus. Sekarang aku sudah punya uang, aku kembalikan, ya!" ujar Al Wani berseri-seri.
"Oke."
Tempramen wanita cantik itu sudah lebih baik dibandingkan tadi pagi, sikapnya kepada Al Wani juga menjadi lebih baik.
Al Wani segera merogoh sakunya, tetapi dia baru sadar kalau uang tunainya tidak sampai 1,2 juta karena untuk beberapa kali membayar taksi.
"Kalau tidak punya uang, lupakan saja. Lagi pula, jumlahnya tidak banyak." Sang gadis hendak masuk kamar usai berbicara.
"Itu... Uang tunaiku kurang. Bagaimana kalau minta whattsappmu dan aku transfer saja?" Al Wani tidak kekurangan uang lagi, tentunya dia tidak ingin berutang terus.
"Okelah." Gadis cantik itu mengangguk, lalu mengluarkan ponselnya.
Al Wani juga mengeluarkan ponsel dan membuka whattsapp yang baru dia daftarkan tadi, hendak menambahkan kontak whattsapp gadis cantik itu.
Namun, gadis cantik itu tiba-tiba berseru setelah melihat ponsel Al Wani,
"Kalau kamu bisa memakai ponsel Iphone sebagus ini, kenapa bisa tidak punya uang 1,2 juta untuk membayar uang sewa?"
"Aku baru saja punya uang, jadi baru beli ponsel. Sebelumnya aku benar-benar tidak punya uang." Al Wani menjelaskan sambil tersenyum.
"Oh, begitu," sang gadis cantik mengangguk. Kemudian, dia menambah kontak whattsapp Al Wani dan hendak masuk ke kamarnya.
"Oh, iya. Namamu siapa?" tanya Al Wani setelah sempat ragu sebentar.
"Olla Cantika!" Gadis cantik itu menjawab kemudian menutup pintu kamarnya tanpa menanyakan nama Al Wani.
Al Wani hanya tersenyum tak berdaya, lalu kembali ke kamarnya.
Setelah memasuki kamar, Al Wani berbaring di ranjang dan mulai memainkan ponselnya sehabis mandi.
Dia belum pernah menggunakan ponsel pintar sebelumnya, jadi banyak fitur yang belum dia kuasai. Hampir satu jam lebih dia mengotak-atik ponsel, barulah dia mengerti berbagai macam fitur di dalam whattsapp dan aplikasi pembayaran lainnya, serta mentransfer kekurangannya kepada gadis cantik di kamar sebelah.
Setelah itu, Al Wani pun melihat-lihat postingan di story w******p Olla.
Beberapa saat kemudian, Al Wani baru tahu kalau ternyata gadis cantik tersebut merupakan seorang pembawa siaran langsung di sebuah platform.
Karena tidak ada kerjaan, Al Wani lalu membuka tautan ruang siaran langsung Olla.
Ketika dibuka, Olla sedang menyanyi dan suaranya sangat merdu sekali. Ditambah dengan paras Olla yang cantik, jadi jumlah penonton dalam siaran langsung itu sekitar tujuh hingga delapan ribu orang.
Karena konten siaran langsungnya biasa saja, tidak ada yang lebih mencolok selain menyanyi dan mengobrol, ketenaran Olla pun tidak sebanding dengan pembawa acara siaran langsung lainnya.
"Sepertinya Olla yang di dalam video tidak secantik yang asli." Al Wani bergumam, kemudian dia hendak keluar dari siaran langsung dan pergi tidur.
"Terima kasih atas hadiah roket yang diberikan oleh Tuan Muda Fajar dari surabaya!" pada saat ini terdengar ucapan Olla yang demikian.
Al Wani terdiam sesaat ketika mendengar perkataan ini, kemudian perhatiannya kembali tertuju pada layar ponsel.
Dalam beberapa saat muncul beberapa roket di layar. Sepertinya, semua hadiah itu pemberian dari Tuan Muda Fajar dari Surabaya tadi.
"Terima kasih untuk sepuluh roket, Tuan Muda Fajar!" Olla berseru.
Meskipun mengucapkan terima kasih, tetapi Al Wani menyadari kalau respon Olla tidak segirang pembawa siaran langsung lainnya.
Sementara itu, penonton lainnya heboh seketika. Harga sebuah roket adalah 2 juta, sepuluh roket berarti 20 juta.
Pemberian sebanyak ini menandakan kalau Tuan Muda Fajar tersebut pasti orang kaya.
Karena itu, jumlah penonton siaran langsung Olla mencapai 20 ribu penonton. Setiap kali ada yang memberikan hadiah, penonton lainnya juga bisa mendapatkan uang, jadi, sepuluh roket pemberian Tuan Muda Fajar tadi sudah membantu rosa menarik banyak penonton.
"Tuan Muda Fajar hebat sekali!"
"Siapa itu Tuan Muda Fajar? Kaya sekali!"
Komentar semacam itu mulai bermunculan dalam siaran langsung. Sebagian orang yang menonton siaran langsung adalah orang dari kalangan biasa. Berhadapan dengan orang sekaya itu, tentu saja mereka akan menjilat.
Al Wani yang sedang menatap ponselnya pun tersenyum kecil. Dia sungguh tidak mengerti kenapa ada orang yang suka rela memberikan hadiah kepada pembawa acara siaran langsung yang tidak di kenalnya, bahkan puluhan juta sekaligus!
"Cantik, coba lakukan handstand sambil mengenakan rok pendek." Saat ini pula, muncul sebuah komentar dengan tulisan berwarna emas yang ternyata berasal dari Tuan Muda Fajar itu.
Olla tertegun melihat komentar itu, tetapi dia lalu mengganti lagu lain dan kembali bernyanyi, pura-pura tidak melihat komentar tersebut.
"Tuan Muda Fajar memberikan 10 roket!" Sebuah pemberitahuan muncul di layar.
"Cantik, ayo handstand sambil memakai rok pendek. Nanti kuberikan 10 roket lagi."
Melihat Olla tidak menjawab, Tuan Muda Fajar memberikan 10 buah roket lagi.
Penonton lainnya pun mulai gempar dan mulai ikut memberikan komentar.
Sebagian besar komentar itu adakah meminta Olla untuk handstand dengan memakai rok pendek.
Olla mengerutkan dahi melihat komentar yang bermunculan dan berkata,
"Maaf, aku berbeda dengan pembawa acara siaran langsung lainnya. Aku hanya bisa bernyanyi. Kalau kalian ingin melihat handstand silahkan tonton siaran langsung yang lain." usai berbicara Olla kembali menyanyi.
"Hehe. Apakah kombo 10 roket terlalu sedikit? Bagaimana kalau kombo 20 roket? Aku belum pernah bertemu pembawa acara siaran langsung yang tidak suka hadiah!" Tuan Muda Fajar berkomentar demikian.
"Sudah kubilang, cari pembawa acara siaran langsung lain saja kalau kamu ingin melihat handstand!" Olla Berseru tak senang.
"Apa-apaan pembawa acara ini? Dia sungguh tidak menghargai Tuan Muda Fajar!"
"Iya, Tuan Muda Fajar adalah orang kaya yang terkenal disini. Gadis ini tidak akan tetap bisa bertahan di bidang ini kalau sampai menyinggung Tuan Muda Fajar!"
"Cepat handstand. kalau tidak, nanti Tuan Muda Fajar marah!"
Penonton mulai berkomentar satu demi satu.
Ekspresi Al Wani agak tercengang. Dia tidak menyangka Olla adalah gadis yang tidak matrialistis, dia bahkan bisa menjaga batasan meski suah dihadapkan hadiah sebanyak itu. Jarang-jarang ada gadis yang demikian.
Sebelumnya, Al Wani kira Olla tidak berniat banyak bicara dengannya karena menganggap dirinya miskin. Namun, sekarang kelihatannya Olla juga sama cueknya terhadap orang kaya.
"Ku tanyakan lagi untuk terakhir kalinya, mau handstand atau tidak?" Tuan Muda Fajar kembali berkomentar.
Kali ini, Olla memilih untuk mengabaikan pertanyaan Tuan Muda Fajar.
"Sial! Padahal tak ada bedanya dengan menjual diri, untuk apa sok suci? Apa kamu percaya hanya dengan satu kata dariku saja 20 ribu orang menjadi 200 orang?" Tuan Muda Fajar sangat kesal karena di abaikan oleh Olla, ucapannya pun mulai tidak enak di dengar.
Eksoresi yang berbeda juga melintas di wajah Olla, dia berkata sambil menggigit bibir merahnya,
"Aku tidak menjual diri, aku juga tidak sok suci. Terserah kamu saja mau melakukan apa."
"Oke, kamu pasti akan menyesal!"
"Kawan-kawan, ayo kita ke ruang siaran langsung lain. kuajak kalian melihat gadis cantik lain!"
Tuan Muda Fajar pun keluar dari siaran langsung Olla setelah mengirimkan komentar itu.
Beberapa saat kemudian, sebuah komentar untuk keseluruhan aplikasi muncul.
"Tuan Muda Fajar dari Surabaya memberikan 10 roket di ruang siaran langsung Kelinci mini! Klik tulisan ini untuk masuk ke ruang siaran langsung!"
Para penonton Olla pun langsung berpindah ke ruang siaran langsung dengan pembawa acara bernama Kelinci mini setelah mereka melihat komentar tersebut.
Benar saja, penonton Olla pun berkurang dari 20 ribu menjadi sekitar 500 orang!
Melihat para penonton pada pergi, mata Olla tampak berkaca-kaca dan tidak terima. Sesaat kemudian jumlah penonton dalam ruang siaran langsung Olla hanya tersisa sekitar belasan orang.
Olla tidak mampu menahan perasaannya lagi, butiran air mata mulai mengalir mengalir di pipinya.
"WhuuzZ!"
"Akun bernama 'Elang' memberikan sebuah UFO kepada 'Olla'! Klik tulisan ini untuk masuk ke siaran langsung!"
Pada saat ini komentar yang mencolok muncul kembali di dalam aplikasi.
Asal tahu saja, sebuah UFO itu nilainya 40 juta, setara dengan 20 buah roket!
Olla terperanjat melihat hadiah yang dia terima di siaran langsungnya. Sepasang matanya terbelalak penuh keterkejutan!
Dia tak habis pikir, siapa yang begitu murah hati sampai memberinya hadiah 40 juta!