Bab 23

1013 Kata

Sesampai di rumah, Miranda mengganti pakaian Tio. Anaknya itu tampak kelelahan karena habis bermain bersama Ezar. Tio tampak puas. Ada sedikit kesedihan di hati Miranda, sebab ia tidak bisa memenuhi keinginan Tio, justru orang lainlah yang bisa memberikan itu semua. Perekonomian mereka yang pas-pasan membuatnya harus berhemat. "Ma, Mama Papanya Ezar baik banget. Tadi, Tio dibeliin ayam goreng, s**u, sama es krim. Enak banget." Tio bercerita dengan polosnya. "Iya, syukurlah, hari ini ini Tuhan mengabulkan keinginan Tio untuk makan ayam goreng dan es krim." Miranda menjawab dengan lembut sembari mengganti baju Tio. "Iya, Ma." "Tapi, kalau nanti Tio pengen makan itu lagi, tunggu uang Mama sama Papa berlebih,ya?" Miranda berkata dengan hati-hari sekali. Jujur saja, ia takut Tio tidak bisa

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN