“Apa menurutmu mereka sedang bekerjasama?” tanya Bagas pada Anggara yang melaporkan tentang pertemuan Lissa dengan Noi serta Dirgantara Jaya, sang adik hanya mengangguk sambil menunjukkan video. Jelas di sana tampak keakraban antara Noi dengan suami sahnya, “Apa ingatannya kembali, bukankah pria bodoh itu sedang dalam kondisi tak bisa mengingat dengan benar?” Anggara hanya memilih untuk diam, enggan menanggapi apa pun yang dipertanyakan sang kakak. Sebab, jika dia berani memberikan pernyataan keliru, bisa-bisa hadiah terbaik berupa pukulan akan diberikan. Bagas jauh lebih mengerikan, tetapi dirinya sedang menyembunyikan karakter paling tak terdefinisikan. “Sudah kukatakan kalau bertemu dengannya kau harus segera mematahkan leher laki-laki itu, kenapa dibiarkan hidup?” bentaknya dengan k

