“Noi,” panggil Dirly dengan nada ragu karena belum terbiasa dengan sebutan tersebut, “apa kamu baik-baik saja sekarang?” Noi mengerutkan kening mendengar pertanyaan dari rekan Bell itu, “Apa aku terlihat kacau?” Dirly menggeleng sembari tersenyum tipis, “Bukan begitu, aku ingin membahas tentang simbol yang tersisa agar kamu bisa mencocokkan dengan empat nama target.” “Boleh, kamu mau mulai dari yang mana?” Noi terlihat bersemangat sekarang, dia bahkan menepuk-nepuk ruang kosong di sisi kanan agar Dirly duduk bersama membahas perihal logo yang dijadikan tanda oleh Demon. “Semua mengasosiasikan burung hantu sebagai bentuk kebijaksanaan. Alih-alih intelektual, makhluk ini justru terhubung dengan jiwa. Namun, ada kualitas lain yang dimiliki, sering dianggap misterius, terutama karena sanga

