“Kenapa kamu membodohiku?” tanya Adrian saat mereka sudah berdua di kamar karena tak mungkin melakukan pembicaraan serius dengan sang adik ketika masih ada Noi di antara mereka. “Aku takut mati, papi bisa mengembalikanku pada mereka.” Dirga menjawab dengan nada lesu karena memang keinginan terkuat dalam dirinya bertahan hidup, bukan mati dalam keadaan sengsara. “Kamu benar-benar melihat Alira di sana?” Adrian hanya ingin memastikan informasi tanpa menyinggung terkait hal-hal yang tak masuk akal, tentang orang tuanya sebaiknya Dirga tak tahu lebih lanjut karena akan menimbulkan masalah psikis lain. Sebab, ketakutan yang ia hadapi bukan sensasi sederhana yang main-main, semua itu jelas sangat menghantui ketika teringat pada momen dirinya disiksa. Adrian melihat dengan jelas jika sang adi

