“Ampun!” pekik Siti ketika tongkat bisbol memukul kedua kakinya, tak hanya rasa sakit yang terasa. Perih di kepala akibat lemparan gelas merobek kulit, wanita itu menangis. Pelariannya gagal, dia masih tertangkap, dan sekarang harus mendapatkan siksaan. Mobil yang ia kendarai dihantam kuat oleh kendaraan lain, didorong hingga menghantam pembatas jalan. Tak hanya sampai di sana, mendapati dirinya belum mati, seseorang keluar. Memukul kaca mobil hingga beberapa pecahan menembus kulit, tidak ada pengampunan dari Demon. Ia tahu jika Demon brutal, tetapi terkadang lebih tak masuk akal saat melihat darah. Pria itu menjadi anjing pembunuh, liar begitu saja. Menghantam kepala manusia, menjagal, dan bahkan memotong organ dalam tanpa rasa jijik. Beruntung atau sial, ia belum mati. Masih memiliki

