“Bambang Atmaja, dia merupakan salah satu ayah korban yang sedang dirawat di rumah sakit jiwa. Keberadaannya dianggap tak mengkhawatirkan karena dianggap gila, tetapi aku yakin jika semua kondisi mental itu hanya rekayasa.” Penjelasan Dirly sudah menuju pada sebuah titik terang tentang langkah yang akan dilakukan segera, “ada pula satu orang yang masih tak tersentuh, dia merupakan kakek korban. Memilih menjadi bisu dan hanya hidup sebagai orang gila di desa, kita bisa mengamankan mereka malam ini.” “Bagaimana dengan Ibu Fatma?” tanya Adrian yang justru khawatir dengan saksi mata utama yang pernah menjadi perawat si kembar, “kalian harus bergerak serentak agar tak terbaca oleh mereka.” Dirly mengangguk penuh pengertian, “Mereka dalam perjalanan, sudah dipastikan semua gerakan aman. Namun,

