"Kenapa kamu nangis?" tanya Bayu. "Aku ingin masakan ibuku," jawab Viona masih dengan suara tersedu. "Bukankah rumah ibumu di Jogja? Apa kita harus pergi ke sana hanya karena kamu ingin masakan ibumu?" tanya Bayu. "Kalau begitu, jangan suruh aku makan. Aku tidak akan makan apapun selain masakan ibu!" tegas Viona kekeuh. "Kenapa kamu jadi keras kepala begini, kamu ingin janin berusia tiga bulan di rahimmu itu kenapa-napa? Apa karena itu akan jadi anakku dan Tamara, makanya kami bersikap begini. Kamu sengaja, kan? Agar kamu tidak bisa memeluk bayi itu," tukas Bayu mulai terpancing. Usia kandungan Viona susah tiga bulan, selama itu pula dia tidak memakan nasi karena selalu mual. Bayu selalu memenuhi apapun keinginan Viona asal dia mau makan bahkan pernah tengah malam Bayu yang tidak pern

