"Tidak-tidak, bukan begitu maksudnya. Aku hanya ingin kamu mengerti posisiku saat itu, aku janji aku tidak akan mengulanginya. Aku juga akan memberikan surat pernyataan jika kalian mau membuat surat nikah yang sah. Asal cabut gugatan perceraian kita dulu," ucap Tamara memohon dengan janji-janji manisnya. "Aku tidak mengerti, apa yang ada dipikiranmu. Bisa-bisanya kamu berpikir aku akan memaafkanmu begitu saja, aku sudah terlanjur kecewa padamu. Jadi jangan harap aku akan memberikan maaf, apalagi sampai menarik gugatan perceraian!" tegas Bayu. "Aku mohon, Mas. Aku benar-benar akan mati kalau kamu menceraikanku, aku tidak sanggup kehilanganmu." Tamara terus berusaha meyakinkan Bayu bahkan menunjukkan keputusasaannya. "Mbak, boleh kami bicara berdua dulu. Ayo Mas kita ke dalam sebentar!" a

